Dituduh Main Kasar Dan Punca Ronaldinho Takut Cedera’, Persik Pulangkan Trofi ‘Trofeo Nusantara With Ronaldinho’

Tersingung dan kesal dituduh bermain bola secara kasar ‘ala kungfu’, Pesik Kediri bertindak memulangkan trofi kejohanan mini, ‘Trofeo Nusantara with Ronaldinho’ yang mereka menangi pada hujung minggu lalu.

Macam putih – gelaran yang diberikan kepada Persik – adalah salah sebuah pasukan yang diundang Rans Nusantara FC dalam kejohanan persahabatan yang menampilkan legenda bola sepak Brazil, Ronaldinho.

Dalam kejohanan tersebut, Persik Kediri menunjukkan dominasi menewaskan dua lagi pasukan, iaitu Arema FC dan RANS Nusaantara FC.

Bagaimanapun ramai yang berpendapat perlawanan membabitkan ketiga-tiga pasukan berlangsung terlampau kompetitif walaupun ia sekadar perlawanan jemputan persahabatan.

Ronaldinho takut cedera

Persik Kediri dan Arema FC didakwa bermain terlalu keras sehingga menyebabkan aksi Ronaldinho yang menyarung jersi RANS Nusantara tergelam.

Situasi itu menyebabkan legenda Brazil itu hanya turun dalam perlawanan RANS Nusantara FC vs Persik Kediri.

Bekas pemain Barcelona, PSG dan Milan itu kemudiannya enggan beraksi untuk RANS Nusantara ketika menentang Arema FC kerana didakwa risau akan mengalami kecederaan.

Pengerusi RANS Nusantara, Rudy Salim kemudiannya berkata terdapat kepincangan ketika sesi penerangan kepada pasukan bertanding untuk kejohanan tersebut, sehingga menyebabkan Persik Kediri dan Arema FC mengambil serius perlawanan persahabatan tersebut.

“Makanya, kemarin itu saya salah briefing. Saya bilang ini fun game ternyata ‘di sebelah’ mungkin anggapnya adu kungfu.

“Jadi salah paham kayaknya serius banget kemarin sudah kayak Liga Champions,” kata Rudy kepada awak media.

Persik nafi main kasar dan tersingung

Di sebalik kontroversi selepas kejohanan, Persik yang dikendalikan oleh Javier Rocha tidak dapat menerima dituduh bermain kasar dengan tuduhan beraksi ‘ala kungfu’

Melalui laman media sosial, kelab itu mengeluarkan sebuah kenyataan beserta statistik perlawanan untuk membuktikan mereka bermain bola sepak sebagaimana yang sepatutnya.

“Pernyataan bahwa tim Persik Kediri bermain keras dan menjurus kasar yang dianalogikan sebagai “Adu Kungfu” merupakan opini sepihak tanpa melihat statistik serta kejadian yang sebenarnya terlihat di lapangan hijau,” buka pernyataan Persik.

“Berdasarkan Match Summary yang dikeluarkan oleh wasit yang memimpin Trofeo Nusantara with Ronaldinho, Persik Kediri tidak mendapat kartu kuning ataupun kartu merah baik di laga pertama melawan RANS Nusantara serta di laga kedua saat bertemu tuan rumah Arema FC,” imbuh Persik.

“Selain itu, khusus di laga pertama di mana Ronaldinho juga turun bermain, dari total pelanggaran sebanyak 12 kali, Persik Kediri tercatat hanya membuat 4x pelanggaran, sementara delapan pelanggaran lainnya dilakukan oleh RANS Nusantara,” lanjut Persik.

“Sehingga berdasarkan data tersebut, pernyataan bahwa Persik Kediri bermain ‘adu Kungfu’ telah terbantahkan dengan sendirinya. Tim Macan Putih akan selalu mengedepankan sportivitas dan fair play turnamen pramusim serta pertandingan tidak resmi/persahabatan,” tegas Persik.

“Sepanjang pertandingan saat Ronaldinho turun bermain, para penggawa/pemain Persik Kediri juga memberikan penghormatan dan kesempatan bagi maestro sepakbola dunia tersebut untuk menunjukkan skill-nya tanpa mendapatkan tekanan sedikitpun.

“Namun, statistik juga menunjukkan bahwa suplai umpan kepada Ronaldinho juga sangat minim/minimum. Ada dua momen di mana Ronaldinho berada dalam posisi yang bebas, namun tidak diberikan umpan,” tambah Persik Kediri.

“Untuk itu, dengan tegas dan sadar kami kembalikan Piala Trofeo Nusantara with Ronaldinho kepada pihak penyelenggara untuk digunakan dengan sebaik-baiknya,” tegas pernyataan itu.

Malukan bola sepak Indonesia

Tentunya kejadian seperti ini hanya akan memalukan imej bola sepak Indonesia di pentas antarabangsa dan ia harus menjadi pelajaran bagi semua pihak.

Tujuan utama mendatangkan Ronaldinho adalah untuk menjadi daya penarik sambil mempromosikan liga bola sepak tempatan.

Ia juga adalah peluang untuk peminat bola sepak di Indonesia menyaksikan sendiri  aksi bekas bintang Brazil itu.

Sayangnya kerana penampilan yang terhad, Ronaldinho jarang mendapat bola untuk mempamerkan skilnya. Tidak dinafikan juga usia pemain itu sudah membataskan kemampuannya.

Kongsi artikel ini